Wednesday, November 2, 2016

Penjual Gudeg Jogja di Bandung Dengan Kisahnya Masing-Masing



Gudeg adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu ber jam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. (Sumber: wikipedia)


Ya..gudeg ikut memperkaya khasanah kuliner di kota Bandung. Penjual gudeg dapat kita temui dengan mudah. Ada gudeg yang didagangkan di pinggir jalan hanya dengan bermodalkan gerobak dan tenda sederhana. Ada juga beberapa penjual yang sengaja mendirikan tempat bersantap gudeg dengan kelas rumah makan.

Ternyata, dari masa ke masa ada cerita tentang para penjual gudeg. Almarhumah ibu saya pernah bercerita pada masa beliau masih menjadi anak kuliahan sekitar tahun 1970-an (wow..sudah lama sekali, ya), pedagang gudeg yang enak itu ada di jalan Alketeri. Lokasinya tidak jauh dari jalan Asia Afrika Bandung. Penjual gudeg banyak tersebar di kota Bandung namun tidak bisa mengalahkan rasa enaknya gudeg Alketeri. Sayangnya, gudeg tersebut sudah tidak ada dan tidak ada yang mewarisinya. Itu cerita tentang gudeg pada jaman ibu saya. 

Jaman terus berganti. Saya pun punya cerita sendiri tentang gudeg. Saat saya di bangku SMP, saya bersekolah di SMP 7 Bandung yang berlokasi di jl. Ambon. Tak jauh dari situ ada penjual gudeg yang menggunakan paviliun sebagai tempat berjualan. Lokasinya berada di jl. Banda. Dari nama jalannya pasti sudah tahu, ya gudeg apa itu. Ya..karena berlokasi di jl. Banda maka sang penjual menamakannya Gudeg Banda.
Lokasi Awal Gudeg Banda
Pada saat itu sekitar tahun 1990-an, harga gudegnya per porsi Rp. 1250 sudah termasuk nasi.  (Hmm..harga yang murah pada masanya). Pengunjungnya pun lumayan banyak. Karena keuletan dan ketekunannya, gudeg Banda akhirnya bisa menembus kelas ‘food court’ dan lebih banyak lagi konsumen yang menikmati kelezatan gudeg tersebut.
Setelah lulus SMP, saya tidak mengunjungi jl. Banda dalam waktu yang lama. Sehingga tidak mengetahui bahwa perkembangan gudeg Banda bukan hanya menembus ‘food court’ tapi sudah berpindah lokasi ke jl. Lombok dengan tempat yang lebih besar dari tempat di jl. Banda. It’s amazing!!! Awalnya berjualan gudeg di paviliun hingga memiliki tempat baru yang lebih besar. Bolehlah berbangga bahwa saya dan teman-teman seangkatan merupakan saksi hidup sejarah gudeg Banda. 
 
Lokasi Gudeg Banda Sekarang

Selain gudeg banda, di daerah tempat tinggal saya –Gunung Batu, Pasteur- ada juga penjual gudeg yang enak. Namanya Gudeg Yu Nap. Berlokasi di Komplek Perumahan Cipta Mas Gunung Batu. Mengambil tempat di area gerbang komplek, warung gudeg Yu Nap ditata dengan apik. Mulai berjualan sejak awal tahun 2000-an, gudeg Yu Nap bukan hanya menyediakan menu gudeg. Ada juga buntil dan semur jengkol. (Heuheu..). Yang paling mantap, rasa sambalnya itu, lho..maknyuss!!!

Gudeg Yu Nap


Tempat Makan Yang Asri di Gudeg Yu Nap


Warung gudeg Yu Nap bisa menjadi pilihan alternatif bagi penyuka gudeg. Apalagi suasana warungnya yang dilengkapi tempat makan yang cantik membuat pengunjung betah berlama-lama. Serasa di rumah sendiri. 


Selain gudeg Yu Nap, ada juga gudeg Bu Ayem. Lokasinya di pinggir jalan Gunung Batu sebrang jalan Mentor. Gudeg bu Ayem mulai berjualan di tahun 2011. Awalnya, gudeg ini berjualan mulai jam 10.00 pagi sampai jam 14.00. Dikarenakan pembeli makin banyak dan banyak juga yang datang saat jam makan siang, akhirnya buka lebih pagi yaitu mulai jam 07.00 sampai jam 16.00. Menu ayam dan tempe bacemnya membuat ketagihan. 





Melihat jam operasional yang ditambah, ada tanda-tanda gudeg ini pun sedang mengalami perkembangan dan bukannya tidak mungkin akan menjadi warung gudeg yang besar seperti warung gudeg yang saya sebutkan sebelumnya. Well...let’s see.
Nah..itulah cerita saya tentang gudeg yang ada di Bandung. Gudeg memang bukan makanan asli kota Bandung. Namun kehadirannya tidak dipungkiri makin memperkaya keragaman kuliner kota Bandung. 

Kerecek




Nangka

Pempek Palembang, Makanan Khas Palembang Yang Memperkaya Kuliner Bandung



Pempek merupakan makanan khas Palembang yang sudah sangat dikenal. Selama ini diketahui bahwa bahan utama pembuat pempek adalah ikan tenggiri. Di awal sejarahnya, pempek terbuat dari ikan belida. Namun karena harganya yang cenderung tinggi, akhirnya ‘memaksa’ para pengusaha pempek untuk menggantinya dengan bahan yang berharga lebih ekonomis agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ikan Belida

Pempek memiliki bentuk yang beragam. Yang paling terkenal adalah pempek kapal selam. Selain pempek kapal selam, ada juga pempek lenggang, pempek lenjer, pempek adaan/ pempek bulat dan pempek keriting. Ternyata kulit dari ikan pun dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan pempek. Maka dari itu ada pempek kulit.



Banyaknya orang asli Palembang yang merantau keluar daerahnya disertai pula dengan makanan khasnya. Jadinya sangatlah mudah untuk mendapatkan pempek dimanapun kita berada. 
 
Foto: Dok. Pribadi




Di kota Bandung ada beberapa brand penjual pempek yang sangat terkenal. Yang pertama adalah Pempek Rama. Dinamakan Pempek Rama karena berlokasi di jalan Rama, Pajajaran. Selain pempek rama, ada juga Pempek Pak Raden. Entah apa sebabnya dinamakan pempek Pak Raden. Yang pasti dua nama itu merajai penjualan pempek di kota Bandung.
Pempek Rama dan Pempek Pak Raden awalnya berjualan menggunakan halaman dan garasi rumah tinggal. Karena rasanya yang enak, tidaklah heran kedua merek pempek itu sering dikunjungi konsumen dan lambat laun membuka cabang di beberapa tempat.


Pempek Rama. Foto: Dok. Pribadi


 
Pempek Pak Raden. Foto: Dok. Pribadi


Selain dua nama tersebut, ada satu lagi penjual pempek yang sekarang ini sedang mengalami perkembangan. Pempek Bang Rico!! Awalnya, penjual pempek ini menggelar dagangannya di pinggiran gedung Bandung Electronic Centre (BEC). Berjualan dengan memakai gerobak yang dilengkapi tenda sederhana disertai dengan meja panjang dan kursi-kursi plastik, pempek Bang Rico sukses menarik konsumen untuk datang...dan datang lagi. Tidaklah heran, pempek Bang Rico sekarang ini memiliki tiga kios di daerah jl. Purnawarman ditambah satu toko mobil di jl. Katamso. 








Tak bisa dipungkiri, pempek memang bukan makanan khas Bandung. Namun dengan banyaknya para penjual pempek, makin memperkaya keragaman kuliner di kota Bandung.
Hayo...sudah mencoba pempek yang mana, nih? Yang pasti, setiap penjual pempek memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan karakter konsumen yang bermacam-macam. Apapun pilihanmu, tidak mengurangi kenikmatan dalam merasakan makanan khas Palembang ini.

Jajanan Jaman Dulu Yang Masih Eksis



Di tengah maraknya jenis-jenis jajanan baru yang bermunculan, ada beberapa jajanan klasik yang masih eksis. Terbuat dari adonan tepung terigu dan adonan tepung beras, jajanan tersebut masih dicari konsumen terutama yang ingin bernostalgia akan jajanan di masa kecil. Biasanya jajanan tersebut banyak terdapat di pasar tradisional dan dijajakan di gerobak kecil atau memakai pikulan sederhana.  Lalu...apa sajakah jajanan tersebut?

1. Kue Cubit
Kue yang dimasak dalam loyang yang memiliki bagian-bagian kecil dengan beragam bentuk terbuat dari adonan yang berisi campuran tepung terigu, telur dan gula pasir. Diberi taburan coklat meses diatasnya, kue cubit yang memiliki tekstur yang empuk ini bisa jadi menu cemilan di sore dan pagi hari. Dinamakan kue cubit karena saat diambil dari loyang menggunakan jepitan kue.

Kue Cubit.    Foto: Dok. Pribadi



      
      
      2. Kue Balok

Dinamakan kue balok karena dimasak dalam loyang yang memiliki bentuk persegi panjang yang berjejer. Sama halnya dengan kue cubit, kue balok terbuat dari adonan campuran tepung terigu, telur dan gula pasir. Bedanya,  kue balok memiliki tekstur yang sedikit keras. Untuk rasa, kue balok memiliki tiga rasa: rasa vanila, rasa pandan dan rasa coklat.

Kue Balok. Foto:Dok. Pribadi



      
      3. Kue Bandros

Kue Bandros terdiri dari dua rasa. Rasa manis dan rasa asin. Kue bandros rasa manis terbuat dari adonan campuran tepung terigu, telur, gula pasir dan ragi instan. Sedangkan kue bandros rasa asin terbuat dari adonan campuran santan, tepung beras dan sedikit kelapa parut.
Dimasak dalam loyang yang memiliki bentuk setengah lingkaran yang berjejer. Saat menuangkan adonan dalam cetakan, terkadang adonannya dituangkan dalam jumlah banyak hingga menutupi cetakan. Hal ini dilakukan agar bandros yang sudah matang saling menempel satu sama lain dan tidak harus dikeluarkan satu per satu. Saat adonan dalam keadaan setengah matang, diberi taburan coklat meses bagi kue bandros rasa manis. Kue bandros rasa asin diberi taburan gula pasir saat sesudah dikeluarkan dari cetakan. Sajikan kue bandros dalam keadaan masih hangat.

Kue Bandros Manis. Foto: Google

   


 
Kue Bandros Asin. Foto: Google








4. Kue Ape
Kue yang menyerupai kue serabi ini terbuat dari adonan tepung beras, air daun suji dan pasta pandan. Dimasak dalam loyang berupa wajan kecil. Tampilan kue ape dibuat tebal di bagian tengah dan tipis di bagian pinggirnya. Tekstur yang tebal dan empuk di bagian tengahnya membuat kue ape menjadi salah satu cemilan favorit saat ngopi bersama teman atau keluarga. 

Kue Ape. Foto: Dok. Pribadi

Begitu beragamnya kue jajanan jaman dulu. Saking banyak ragamnya, tidak semua kue dapat diulas disini. Semoga empat jenis kue tersebut dapat mewakilinya.

Saturday, September 10, 2016

Sajian Pasta Lasagna dan Pasta Fettuccine Carbonara di Kuliner Bandung

Hidangan Pasta. Apakah itu? Pasta adalah makanan olahan yang digunakan pada masakan Italia, dibuat dari campuran tepung terigu, air, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. (Sumber: wikipedia) Bagi orang Indonesia, mereka lebih familiar dengan jenis pasta berupa makaroni dan spaghetti. Padahal pasta jenisnya beragam, lho. Selain dua jenis pasta yang sudah saya sebutkan, ada juga fettucine, lasagna, fusili, penne, rigatoni dan sebagainya. 

Dalam kesempatan ini saya akan membahas tentang lasagna dan fettucine.

1. Lasagna

Lasagna Bolognese

Lasagna, bagi sebagian orang nama ini masih terdengar asing. Namun bagi penggemar masakan Italia, lasagna sangat familiar. Sebenarnya apa sih lasagna itu?

Lasagna atau lasagne adalah pasta yang dipanggang di oven dan merupakan makanan tradisional Italia, Berbentuk lembaran tipis dengan panjang sekitar 27 cm dan lebar 5 cm yang diberi isi dan disusun sampai 7 lapis. Lasagna sendiri secara harfiah adalah lasagne yang berisikan daging. Selain daging bisa juga diisi sayur-sayuran, ayam, makanan laut dan sebagainya.

Lembaran Lasagna Mentah
Kulit lasagna dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, dipanggang sampai matang. Lasagna dapat dijumpai dalam tiga warna, yaitu kuning untuk hidangan panggang, merah untuk hidangan dengan saus tomat, dan hijau yang cocok dipadukan dengan aneka sayuran.(sumber: tabloidnova.com)

Pertama kali tahu tentang lasagna karena seorang teman lama membuat lasagna di rumahnya. Sebagai seorang ibu rumah tangga, banyak sekali waktu luang dan itu digunakan untuk berkreasi dengan hidangan yang satu ini.

Secara umum, lasagna dimasak dengan cara dipanggang. Namun, ibu yang satu ini memasaknya dengan cara dikukus. Lasagna kukus kreasinya sangat enak. Diberi isian daging cincang dan saus bolognese. Tak kalah dengan lasagna buatan Itali. Tak heran, lasagna yang diberi label My Lasagna disukai banyak orang.
Padahal, awalnya hanya untuk mengisi waktu dan dikirimkan ke sanak famili. Itulah sekilas cerita tentang lasagna kukus buatan rumah.

My Lasagna by Rahmi

Satu hari, saya menghadiri acara reuni kecil-kecilan dengan teman semasa SD. Bertempat di satu tempat makan yang berlokasi di Jl. RE Martadinata. Setelah ber say hello, saya dan teman-teman memesan makanan yang ada dalam daftar menu.
Lasagna Smoked Beef and Cheese

Salah satu menunya adalah lasagna. Ada dua jenis lasagna. Lasagna bolognese dan Lasagna Smoked Beef and Cheese.  Saya pilih yang kedua. Daaannnn.....akhirnya pesanan pun datang. Lasagna yang dimasak dengan cara dipanggang itu ternyata enak juga. Tidak terlalu banyak daging dalam lapisannya. Bagi yang tidak suka daging, lasagna ini sangat direkomendasikan.

Saatnya beralih ke topik mengenai pasta yang lainnya yaitu fettucini. Wow!!! Pasta seperti apakah itu?



2. Fettucini

Fettuccine Mentah
Fettuccine yang dalam bahasa Italia berarti "pita kecil" adalah jenis pasta yang populer di masakan Romawi. Fettucine juga memiliki bentuk yang sama seperti kwetiau. Fettucine berukuran tebal datar yang terbuat dari telur dan tepung. Fettuccine secara tradisional dibuat segar, tetapi fettuccine kering juga bisa dibeli di toko-toko. (Sumber: tabloidnova.com)
Fettucini Carbonara Papa Del's Pasta House



Pertama kali merasakan fettucini saat window shopping di salah satu pusat perbelanjaan di kota Bandung. Ingin melepas lelah, food court pun dituju. Ada banyak tenan disana. Rata-rata menunya serupa tapi tak sama. Hhhmmm...maksudnya serupa tapi tak sama..menunya antara nasi, mie baso, ayam goreng. Dengan harga dan tampilan yang berbeda. Akhirnya pilihan jatuh pada Papa Del's pasta house. Tenan ini dipilih  karena menunya serba pasta dan penasaran ingin mencoba menu fettucini carbonara. Ini adalah pasta fettucini yang disiram saus carbonara. Saus Carbonara adalah saus telur, keju dan daging.(Sumber: wikipedia.com)





Setelah menunggu beberapa saat, fettucini carbonara pun dihidangkan. Tampilannya sih sangat sederhana. Diberi potongan roti kering. Seperti apa rasanya? Mamamia!!!! It's so delicious. Porsinya sedikit tapi bikin kenyang. Harga terjangkau, perut pun terisi. Konsumen puas!!!.
  
Fettucini Carbonara FatCow

Sampai akhirnya saya mengunjungi salah satu supermarket ternama di Jl. RE Martadinata untuk berbelanja keperluan bulanan. Selesai berbelanja, terasa lapar dong. Yuk, cari tempat jajan. Tak perlu jauh-jauh. Ada food court. Tak disangka, ada tenan yang menyediakan menu fettucini carbonara. Apalagi, tenan tersebut sedang mengadakan promo untuk menu tersebut. Tanpa berpikir dua kali, saya pun memesan menu tersebut. Setelah pesanan dihidangkan, tampilannya cantik sekali. Bagaimana dengan rasanya? Enak sekali. Harganya? Murah sekali. Ingin mencoba lagi? Ingin berkali-kali. ;D 


Pokoknya...yang namanya cerita tentang makanan dan jajanan tidak akan pernah ada habisnya. Apalagi Bandung kaya akan keragaman kulinernya. Belum ke Bandung kalau belum menjajal menu kulinernya.


 












Thursday, September 8, 2016

Mie Yamin, Variasi Jajanan Mie Baso


Mie bakso merupakan jajanan yang sudah sangat terkenal di masyarakat. Jajanan yang terdiri dari mie yang diberi bumbu penyedap, irisan bawang daun ditambah baso yang terbuat dari daging sapi dan disajikan dengan kuah yang masih panas merupakan jajanan Penangkis Lapar Orang (PLO), 

Mie bakso disajikan dengan berbagai macam ragam. 
- Ada yang disebut Mie Kocok yaitu mie bakso yang disajikan dengan tambahan irisan kikil, toge dan diberi kuah yang diberi bumbu kaldu sapi kental.
- Ada yang disebut Mie Ayam. Seperti apakah Mie Ayam? Mie Bakso yang disajikan dengan tambahan daging ayam yang dimasak dengan bumbu kuning sebagai pelengkapnya. Baso dan sayuran berupa daun sosin pun ikut disajikan sebagaimana biasanya mie bakso.
- Selanjutnya ada jajanan mie bakso yang disebut Mie Yamin. Nah, dalam kesempatan ini saya akan membahas lebih lanjut tentang mie yamin. Seperti apa sih tampilannya? Mie Yamin adalah mie bakso yang disajikan terpisah dari kuahnya. Mie Yamin sendiri terdiri dari dua rasa. Rasa Asin dan Rasa Manis. Selain diberi kecap asin/kecap manis, merica dan garam, diatasnya diberi taburan irisan bawang daun dan bawang goreng. Pada beberapa pedagang mie yamin, ada yang memberikan taburan ayam suwir sebagai topping. Bagaimana dengan basonya? Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa kuahnya disajikan terpisah. Basonya dimasukkan ke dalam kuah. Bahkan bukan hanya baso, di beberapa pedagang ada yang menambahkan pangsit, ceker dan babat. Bagaimana dengan rasanya? Nikmat Luar Biasa!!!!!

Lalu..dimana sajakah tempat jajan mie yamin enak?

1. Mie Baso Yamin Mang Heri - STBA Yapari Cihampelas

 Lokasi berdagangnya ada di trotoar jalan Cihampelas Bandung. Tepat berada di depan kampus STBA YAPARI ABA Bandung. Berjualan sejak tahun 1990-an, Mang Heri sangat terkenal di kalangan mahasiswa. Selain karena harganya murah dan rasanya enak, Mang Heri sendiri sangat ramah melayani pembeli. Bahkan sudah seperti teman akrab.
Mang Heri

Pembelinya bukan hanya kalangan mahasiswa. Pegawai kantoran pun ada yang membeli mie yamin manis buatannya. Dengan mematok harga Rp. 12.500, mie yamin manis Mang Heri dapat mengenyangkan perut. Mie yamin manis Mang Heri selain dilengkapi baso seperti umumnya mie baso juga dilengkapi dengan tulang ayam. Karena rasanya yang enak, harga yang murah ditambah keramahan sikap dari Mang Heri, membuat pembeli betah berlama-lama di tempat jualannya.


Tempat berjualannya sangat sederhana. Berupa gerobak mie baso yang ada rodanya. Dilengkapi dengan meja panjang dan bangku lalu ditutup dengan tenda terpal biasa.
Lokasi yang strategis turut andil dalam mengundang pembeli. Berada di trotoar kampus yang bersebrangan dengan Rumah Sakit Advent Bandung.

Mie yamin Mang Heri selalu dirindukan banyak orang. Banyak alumni STBA Yapari yang datang ke kampus tercinta bukan sekedar untuk bernostalgia masa-masa kuliah tetapi juga ingin mencicipi kembali mie yamin Mang Heri.


Yamin Manis Mang Heri



2. Mie Yamin Restorja - Taman Cilaki Bandung

Kali ini saya menemukan jajanan mie yamin manis enak atas rekomendasi seorang teman. Merupakan pedagang kaki lima yang berlokasi di sudut Taman Cilaki. Berdekatan dengan SD Priangan dan SD Negeri Ciujung.

Menu yang disajikan ternyata bukan hanya mie tapi juga bihun yang diberi ceker, pangsit dan babat. Untuk mie nya, ibu penjual menyediakan dua jenis. Mie berukuran kecil dan mie yang sedikit lebar.

Dengan mematok harga Rp. 12.000/ porsi, mie yang disajikan sangat enak dan dilengkapi pangsit juga ceker di kuah yang disajikan terpisah. Apabila ingin diberi tambahan babat, harga per porsi nya Rp. 15.000.

Lapaknya sendiri sangat sederhana namun ditata dengan apik. Berupa gerobak yang dilengkapi dengan dua meja panjang dan beberapa bangku plastik.

Yamin Manis Restorja




3. Mie Yamin Bejo Setrasari Mall Bandung.


Mie Yamin yang satu ini berlokasi di kawasan ruko dan pertokoan Setrasari. Letaknya bersebrangan dengan Griya Setrasari. Dengan menggunakan pelataran teras salah satu ruko, mie yamin bejo banyak didatangi pembeli yang ingin melepas rasa lapar. 
Konsumennya terdiri dari para pengunjung supermarket dan karyawan yang bekerja di area tersebut. Ada juga konsumen sengaja datang ke mie yamin bejo karena sudah tahu rasa enak dari mie yamin tersebut.
Mie yaminnya bisa dipesan untuk dibawa pulang atau dimakan di tempat. Bagi yang memilih untuk makan di tempat, tempat berjualan yang berada di area terbuka membuat betah para konsumen saat menikmati mie yamin tersebut. 
Mie Bejo Setrasari Mall


4. Mie Yamien Mang Ade Cianjur.

Mie Yamin yang satu ini lokasinya ada di luar Bandung. Tidak jauh berbeda dengan mie yamin sebelumnya. Namun sangat direkomendasikan untuk dikunjungi apabila sedang berada di Cianjur. 
Berlokasi di Jalan Taifur Yusuf no 21 Cianjur, Mie Yamin Mang Ade merupakan outlet penjual mie yamin yang paling terkenal di kota tauco ini. Mie Yamin Mang Ade berada dalam sebuah kios kecil yang ditata dengan asri. Jualan mie yaminnya dilengkapi dengan menu berbagai macam minuman dan aneka  jus.




Cobalah dan buktikan kenikmatan mie yamin. Sekali coba, pasti ketagihan. Sluuurrrrrppp...Nyam-nyam...




Wednesday, September 7, 2016

Fenomena Tahu Buleud Dengan Sensasi Gurih-Gurih Enyoy

"Tahu Buleud Digoreng Namobil Dina Katel Dadakan
Lima Ratusan....gurih-gurih enyooooyyy..."

 Kita semua mungkin pernah mendengar petikan lagu bersebahasa Sunda tersebut. Ya..jika sudah terdengar lagu itu, tandanya penjual Tahu Buleud sudah tiba. Apa sih Tahu Buleud itu?
Sumber foto: google

Tidak ada bedanya dengan tahu yang sudah ada. Bentuknya saja yang dibuat buleud (Bahasa Sunda = bulat). Rasanya pun tidak ada perubahan. Lalu..apa yang istimewa dari cemilan tahu buleud ini? Jawabannya: CARA PENJUALANNYA.

Tahu buleud ini dijual/dipromosikan dengan memakai kendaraan bak terbuka yang dipasang terpal.Tahu buleudnya disimpan dalam peti kaca. Tersedia juga kompor dan alat untuk menggoreng.

Sumber foto: Google
Dijual dengan berkeliling ke lokasi yang berbeda-beda. Target pemasaran biasanya komplek perumahan. Untuk menarik perhatian konsumen, dipasang speaker yang memperdengarkan lagu tema tahu buleud dengan volume yang cukup keras. Tagline "gurih-gurih enyoy" lah yang menarik perhatian konsumen. 

Sungguh...sebuah pemasaran yang cukup unik. Boleh, tuh ditiru. Cara yang sangat sederhana. Cukup ciptakan tagline unik, maka..barang jualanmu akan dicari orang-orang.


Sumber foto: Google